OTOMOTIF Meski kepincut karya-karya rumah modifikasi Krugger Overmil yang berasal dari Amerika Serikat, tapi yang diterapkan di Yamaha Scorpio Z ini jelas beda. Sang modifikator, tetap ingin menonjolkan daerahnya berasal. Ya, Yogyakarta! “Saya ingin mengangkat budaya dan wisata daerah. Maka itu saya hadirkan tema Yogyakarta, meskipun motor ini beraliran cafe racer,” ungkap Dimas Fitriandi Christian, owner sekaligus modifikator dari D’chris Java Motorsport. Jika dilihat secara detail, tiap part yang ada di motor ini seakan bercerita. “Cerita itu berawal dari tangki yang saya bikin dari pelat 2 mm. Perjalanan, dimulai dari stasiun Tugu sebagai salah satu tempat terkenal di Jogja. Setelah itu, Malioboro juga tertera di tangki,” tambah D’Mas, sapaan builder yang tak hanya kerjakan pacuan tema vintage. da juga gambar candi-candi yang menjadi objek wisata di Kota Gudeg itu. Seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang ada di bodi belakang. Tak hanya situs bersejarah itu saja, tetapi relief atau patung-patung yang ada di candi pun diboyongnya. He,he,he... Permainan gambar dengan nuansa tembaga ini juga diperkaya detail-detail part yang juga dibikin dari tembaga. Misalnya di sisi bodi belakang atau di tangki. Untuk di tangki, tembaga dihiasi motif Scorpio. Sesuai tipe motor tuh. Selain membuat cerita bersejarah di pacuannya, D’mas juga membuat sasis custom di Scorpio ini. Menurutnya, sasis bawaan si Kalajengking hanya menyisakan bagian rumah komstir dan down tube saja. “Selebihnya, saya custom pakai pipa baja tebal 3 inci berdiameter 1/2 inci,” kata modifikator dari Jl. Bali No. 1, Nologaten, Padukuhan, Jogjakarta. Begitu juga dengan lengan ayun. Dengan bodi yang sudah lebih besar, swing arm standar diganti pakai milik Kawasaki ZX-4. “Agar tampilannya lebih stylish, bagian tengah arm ini dicoak. Jadi, lebih dinamis kelihatannya,” tutup modifikator 32 tahun yang juga menjual part-part limbah moge itu.
OTOMOTIF Yamaha Scorpio merupakan motor sport yang hadir di Indonesia sejak awal tahun 2000-an. Namanya cukup legendaris mengingat motor ini memiliki mesin 4-tak yang cukup besar di masa itu. Kali ini OtoRider mencoba mengulas sejarah Yamaha Scorpio di dunia otomotif tanah air.Sebelum masuk ke Indonesia, Yamaha Scorpio merupakan motor trail di negara asalnya, Jepang. Di negeri sakura itu, motor ini bernama Yamaha Serow 225. Sejak dipasarkan di Indonesia, mesin Yamaha Scorpio didatangkan secara utuh dari Jepang. Yamaha menghadirkan Scorpio dengan strategi menggantikan motor legendaris 2-tak miliknya yakni RX King. Sehingga pada generasi pertama, Scorpio memiliki tangki dan lampu utama yang berbentuk kotak. Rangka yang digunakan pun mirip dengan Yamaha RX-Z namun dipasangkan mesin 225 cc dan suspensi monoshock di belakang. Generasi pertamanya hadir pada tahun 2002-2004 yang disebut sebagai Scorpio Gen 1 atau generasi pertama. Di jalanan, generasi pertamanya ini juga dikenal sebagai Scorpio P. Cirinya seperti yang telah disebutkan, lampu utama dan tangki berbentuk kotak berkapasitas 12 liter. Pada rentang tersebut, Yamaha menghadirkan sedikit ubahan pada Scorpio. Biasanya para penggemar menyebutnya dengan nama Scorpio G. Dengan bentuk yang masih serba kotak, Scorpio G hadir dengan pilihan warna yang lebih baru. Ternyata desain serba kotak membuat pasar bosan, sehingga Yamaha melakukan ubahan yang cukup signifikan. Ubahan ini ditampilkan pada generasi kedua yang lahir pada 2005 dengan nama Scorpio Z. Generasi ini berlangsung hingga 2010 dengan segenap ubahan sejalan perjalanannya.
Ubahan pada generasi kedua Yamaha Scorpio ini ternyata mendapatkan desain yang lebih sporty pada saat itu. Lampu sudah bulat dan tangki yang lebih sporty hadir memikat minat masyarakat akan motor ini. Perubahan desain itu diklaim mampu meningkatkan penjualan hingga 4 kali lipat dari sebelumnya.
OTOMOTIF Pada sela-sela generasi kedua ini, Yamaha telah membuat Scorpio secara lokal di Indonesia. Hal tersebut terjadi pada akhir tahun 2006 yang membuat Scorpio mendapatkan sedikit ubahan. Ubahan paling terasa adalah adanya AIS (Air Induction System) untuk memenuhi uji emisi Euro II. Generasi ketiga dari motor bermesin 225 cc itu hadir pada tahun 2010. Pada saat itu Yamaha memberikan nama New Scorpio Z karena memiliki ubahan yang cukup signifikan dari segi tampilan. Namun pada sektor mesin, terlihat tidak ada perbedaan dari generasi sebelumnya. Ubahan tampilan pada generasi ketiga New Scorpio Z membuatnya tampil lebih spory. Bodi baru motor ini tampak lebih berotot dengan lampu yang lebih revolusioner di kala itu. Kabarnya desain di generasi ketiga ini terinspirasi dari motor besar yaitu Yamaha FZ8. Sayangnya masa jaya dari Yamaha Scorpio harus berakhir pada tahun 2014. Pabrikan garpu tala dikabarkan menghentikan produksi motor 'Kalajengking' itu di Indonesia. Namun di akhir masanya, Scorpio dihadirkan untuk terakhir kalinya sebagai edisi pamungkas.Pada tahun 2014 itu Yamaha Scorpio King meluncur sebagai tanda perpisahan selama kehadirannya 12 tahun di Indonesia. Produksi terakhir ini Yamaha mengeluarkan 1.000 unit dari Scorpio King dengan ubahan grafis yang spesial. Pada generasi terakhirnya, motor ini mendapatkan grafis hitam dan corak gold titanium. Satu tahun kemudian, Yamaha meluncurkan generasi kelima Yamaha Scorpio-Z. Di tahun ini Yamaha Scorpio-Z mengalami perubahan dengan menggunakan lampu besar bulat dan lampu sein belakang yang terpisah dari lampu rem. Bentuknya lebih anggun dan meninggalkan kesan 'jadul'.Sejarah kejayaan Yamaha Scorpio-Z mulai terurai. Yamaha Indonesia mengambil langkah dan mengeluarkan generasi selanjutnya dengan banyak perubahan ada akhir 2010.
Yamaha Scorpio-Z mulai mengalami perubahan di desain dan 100 persen berubah total untuk menjaga dominasinya di pasar motor sport. Saat itu Yamaha menjulukinya New Scorpio-Z. Generasi terbaru Yamaha Scorpio-Z tetap mengandalkan mesin 225 cc, SOHC, berpendingin udara dengan tenaga
OTOMOTIF Sebab generasi pertama Yamaha Scorpio dinilai sebagai naked bike dengan mesin terbesar. Yamaha Scorpio mengusung mesin 223 cc 4 tak di Indonesia saat pertama kali diluncurkan.
Wajar pada tahun itu, motor ini menjadi incaran masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang sempat memiliki motor ini cukup bangga, sebab saat itu belum ada naked bike 225 cc sebegitu efektif Komponen mesin, rangka dan kaki-kakinya juga dinilai cukup relevan untuk melibas segala medan mulai dari basah, kerikil, semi lumpur.Memasuki generasi kedua, Yamaha melucurkan Scorpio pada tahun 2004 dimana dengan huruf Z di belakang. Motor ini sangat digandrungi masyarakat muda dan setengah tua.Generasi kedua Yamaha Scorpio-Z mengalami perubahan pada CDI dimana mesin bisa digeber sampai rpm tinggi. Sementara pilot jet-nya berukuran lebih besar yakni 17,5 daripada Scorpio generasi berikutnya yang berukuran 15. Yamaha Scorpio-Z generasi kedua menggunakanb 12 liter.
Sementara mesinnya kapasitas 223 cm 1 silinder dengan perbandingan kompresi 9.5 : 1. Motor ini menggunakan kopling manual basah dengan gigi transmisi 5 kecepatan (1-N-2-3-4-5)Yamaha Scorpio-Z kembali memasuki masa perubahan pada 2005 (generasi ketiga). Meski menggunakan mesin sama, tapi warna dan striping berubaha. Dan kapasitas tangki bensin lebih besar yaitu 13,5 liter. Alasan ukuran tangki bensin diperbesar untuk mengakomodir para penggila touring.Nah, pada tahun 2006 masuk ke generasi keempat Yamaha Scorpio-Z. Mesin, kaki-kakinya tidak berubah, namun motor sport model naked bike ini dilengkapi dengan AIS (Air Induction System) untuk mengantisipasi EURO II dan tangki bensin mencapai 14 liter.Di masa kejaannya pada 2004-2006, Yamaha Scorpio-Z menjadi motor tunggang yang sangat ideal. Tidak ada kompetitor Honda, Suzuki menghadirkan motor sekelas. Yamaha Scorpio-Z melenggang sendiri dan tidak bisa dicegah.





0 Komentar