OTOMOTIF asli, setelah mengetahui hasil Dyno Green Tukijo yang hanya naik 0,3 HP dan Torsi malah turun, dengkul IWB langsung lemas. Langsung teringat perjuangan pulang pergi ke TDR untuk dyno di awal-awal, terus touring ke puncak, dan ke TDR lagi untuk dyno terakhir, piye yo cak? Mosok hasile koyo ngene? Wislah, ketimbang penasaran, IWB langsung mengontak Mz Hans yang merupakan pentolan BRQ, dan ngasih tahu hasilnya. respon Mz Hans ternyata sama kayak IWB, doi mengatakan kalau hasilnya begitu, ya gak ngaruh cak, weleh, piye kieee…??Akhirnya, Mz Hans request ke IWB. ?Mas, boleh gak kita ke markas bersama motornya untuk dilakukan riset lebih dalam? karena kita juga penasaran kenapa belum ngaruh ? apakah karena jarak tempuh terlalu sedikit atau karena motor mz IWB sudah ganti knalpot sehingga ECU mengunci perubahan ?, kita ingin tahu itu?. Langsung IWB jawab ?boleh dong Mas Hans, saya juga penasaran soale? jawab IWB. “ Betul mz, karena kita juga ingin tahu mengingat kapasitas mesin termasuk besar..” seru mz Hanz….Setelah Green Tukijo dibawa ke markas BRQ, Mas Hans chit-chat dan diskusi dengan IWB. Prasangka pertama adalah penggantian knalpot yang sudah gak orisinil sehingga bisa saja membuat kinerja BRQ Intank jadi gak berpengaruh. Tapi setelah dilakukan riset, nyatane ora cak. Akhirnya, setelah dilakukan riset sana sini dengan bantuan dari Adam, seorang bule Jerman sahabat Mas Hans, diputuskan, selain memberikan treatment dengan BRQ Intank, Green Tukijo juga diberikan treatment BRQ Inline…. OTOMOTIF
OTOMOTIF BRQ inline ini sebelumnya hanya diaplikasikan di kendaraan roda empat, belum ada produk BRQ Inline yang di roda dua. Karena apa? Karena di mobil, lebih banyak ruang untuk memasang BRQ model Inline. Pemasangannya dipasang setelah fuel pump dan sebelum Throttle Body (injector), seperti kayak perantara cak. Nah, jadi Green Tukijo adalah motor pertama yang diberikan treatment double BRQ, BRQ Intank dan BRQ Inline. BRQ Inline untuk motor ini juga statusnya Prototype.Setelah dipasang, treatment-ne opo meneh? Podo cak, motor harus dibawa muter seenggaknya 150 Km. tapi kali ini bukan IWB yang ngegas Green Tukijo, melainkan Adam. Iki bule seneng motoran cak, di Jerman sana aja bawa Yamaha R1, bawa Green Tukijo IWB mungkin koyo ngonthel 😆 :mrgreen: . Setelah semua treatment dilakukan, kembali Green Tukijo dibawa di Dyno di TDR Technology Center, lalu piye? Ada progress? Ternyata caaaakkkkk….Power nambah signifikan pakdheee… gak tanggung-tanggung, power naik jadi 34,1 HP! Dari sebelumnya 32,3 HP, byuuuhhh, nambah 1,8 HP! Torsi juga naik dari sebelumnya 14,9 jadi 15,5 !!! juoozzz! Iki green Tukijo masih pakai bensin Pertamax lho cak, belum pakai Pertama Turbo yang oktannya 98, kata Mas Hans, kalau pakai Pertamax Turbo bisa tembus 35 HP yakin beliau, wiiihhhh. Memang, setelah mendapatkan treatment double ini, secara feeling, IWB merasakan ada perbedaan di hentakan awal dan tengah motor ketika dibawa riding, ternyata di mesin dyno juga berkata demikian.OTOMOTIF
OTOMOTIF Kesimpulannya, BRQ Intank ternyata belum cukup ?kuat? untuk menyempurnakan bahan bakar di dalam tangki yang volumenya belasan liter dengan kapasitas mesin 250cc up, masih harus ada tambahan BRQ Inline agar kinerja ?menyempurnakan? BBM-nya jadi lebih maksimal. Mungkin hasil ini bisa beda kalau sampeyan gunakan pada motor ber-cc kecil….intank only cukup. Yang jelas bisa IWB pastikan bahwa alat ini benar-benar bekerja sempurna bukan sugesti semata..Last….sepaket BRQ Intank dan Inline untuk motor sport ini kalau diproduksi massal banderolnya bisa tembus hampir 1-1,8 Jutaan Rupiah. Nah, piye pakdhe? Hampir 2 Juta untuk meraih 2 HP dengan cara yang simpel dan gak ubah mesin atau apapun? kerennya alat ini bisa bekerja hingga 400 ribu KM, ini sih iso 10 tahun cak. Menurut sampeyan harus difollow up opo piye? Monggo pendapatnya cak, biar masukan buat BRQ juga nih. sampeyan juga bisa nonton video nya di bawah yo cak, salam njengat juoozz gandoozzz !OTOMOTIF
👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

0 Komentar