OTOMOTIF Motor yang terakhir disebut adalah salah satu yang kerap terlihat mengaspal di jalanan kota Yogyakarta.Yamaha DT 100 masih menjadi satu primadona motor trail lawas di kelasnya. Motor ini beredar di era tahun 70 hingga 80 and di Indonesia.Nandar, salah satu pecinta motor trail lawas menjelaskan, sejak masuk Indonesia tahun 70 an, motor trail ini langsung menjadi primadona saat itu. Selain bentuknya yang gagah, motor ini juga relevan dengan kondisi jalanan pada saat itu."Motor Yaman DT100 ini makin populer ketika mulai muncul di beberapa film layar lebar kala itu. Bisa dibilang jadi ikon motor trail yang memang tangguh di segala medan ini," kata Nandar. Nandar sendiripernah merasakan asiknya merawat dan mengendarai motor Yamaha DT100 pabrikan tahun1978.Motor ini dibekali mesin berkapasitas 100 CC. Untuk ukuran motor trail saat ini memang dirasa kurang bertenaga.Namun jangan salah, dengan didukung mesin overbore dan karburatormikuni,mampu menghasilkan tenaga hingga 7500 rpm.Bermodal 5 percepatan,motor Yamaha DT100 Enduro ini mampu menjawab tantangan membawa beban di medan berat. Untuk kelistrikan dan pengapian, motor Yamaha DT 100 Enduro ini masih menggunakan tipe platina.Kick stater masih menjadi andalan motor ini menyesuaikan teknologi kala itu. Motor ini menggunakan oli samping dandibekali tangki BBM berkapasitas sekitar 7 liter.
OTOMOTIF "Untuk ground clearance Taman DT100 Enduro sudah sangat relevan dengan kondisi jalan saat itu. Untuk kondisi jalan saat ini tak ada masalah. Yamaha DT 100 menjadi motor trail yang legendaris karena dari semua sisi baik desain maupun tenaga sangat baik," ujar Nandar.Sementara itu di bagian roda, pabrikan Yamaha membekali Yamaha DT 100 dengan velg berukuran 21" dan ban berukuran 275" untuk bagian depan, sedangkan bagian belakang velg berukuran 18" dengan velg berukuran 300". Merawat motor trail lawas memang butuh ketekunan. Terutama merawat mesin karena sudah berusia puluhan tahun. Namun bukan berarti merawat bodi motor tidak kalahpenting.Perawatan bodi penting dilakukan apalagi dengan bodi motor trail lawas yang rata rata masih terbuat dari besi.Ada baiknya membersihkan rutin setiap hari sebelum dan setelah pemakaian agar bodi terawat, enak dipandang dan menghindari korosi.Perawatan bodi bisa dilakukan dengan cukup membersihkan dengan lap basah dan lap kering. Lalu bisa dengan pemoles cara agar cat terlindungi dari cuaca yang bisa membuat korosi datang lebih dini.Setelah bodi, perawatan mesin adalah wajib. Terutama oli, aki dan busi. Sebaiknya selalu mengecek oli sesering mungkin agar kualitas oli yang digunakan tetap terjaga dan baik untuk mesin motor yang tergolong sudah usang. Misalnya, bila motor trail keluaran pabrik terbaru setiap 2000 km ganti oli, sebaiknya trail lawas lebih cepat dari pada itu, misal di angka 1000 km atau 1500 km.Bagian tak kalah penting adalah karburator motor dan busi. Seringkali motor mengalami macet tak mau dinyalakan lantaran busi basah oleh BBM.Ada baiknya di dalam jok motor menyediakan busi cadangan agar bila sewaktu waktu ngadat bisa segera diganti.Jangan lupa lakukan servis berkala di bengkel kepercayaan masing masing agar selalu mengerti kondisi motor trail lawas yang dikendarai sehingga saat berkendara mendapatkan kenyamanan karena semua bagian motor bekerja dengan maksimal.
OTOMOTIF yang muncul di Indonesia pada 1970-an dikenal sebagai motor trail 2-tak dengan peminat cukup banyak bahkan hingga saat ini. Nah di negara asalnya yakni Jepang, Yamaha DT100 ternyata punya kakak dengan spesifikasi yang lebih gahar bernama Yamaha DT200R. Yamaha DT200R ini memiliki tampilan yang lebih fresh dengan mengadopsi desain ala motor trail kompetisi pada zamannya. Spesifikasinya juga lebih mumpuni sehingga DT200R ini banyak digunakan oleh para crosser pada ajang balap motocross tahun 1980-an. Motor trail ini ini dibekali mesin satu silinder 2-tak berkapasitas 195 cc berpendingin cairan dengan transmisi 6-percepatan. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 33 dk pada 8.500 rpm dan torsi 23,5 Nm pada 7.500 rpm. Honda CRF250L sendiri dibekali mesin silinder tunggal 4-tak 250 cc bertenaga 25,6 dk di 8.500 rpm dan torsi 23,1 Nm di 6.500 rpm Untuk suspensi depan yang digunakan adalah model teleskopik dan monoshock di belakang. Sementara pelek yang digunakan adalah model jari-jari ring 21 di depan dan ring 18 di belakang dengan rem cakram di depan dan belakang. Soal dimensi, DT200R memiliki panjang 2.150 mm, lebar 820 mm, dan tinggi 1.190 mm, ground clearance 315 mm, dan tangki bensin berkapasitas 10 liter. Meskipun Yamaha menghentikan produksi DT100 pada tahun 1983 setelah meluncurkan tujuh model dalam kurun waktu sembilan tahun, motor ini masih dapat ditemukan dalam bentuk bekas. Di berbagai situs jual beli, harga DT100 bekas bisa ditemukan mulai dari Rp7 jutaan. Sebuah investasi terjangkau untuk merasakan nostalgia berkendara dengan motor trail yang telah mencatat sejarah dalam industri otomotif Indonesia.Kenangan yang Tetap HiduDT100 tidak sekadar motor, melainkan simbol kejayaan motor trail di masa lalu. Meskipun zaman telah berganti, kehadiran DT100 selalu mengingatkan kita pada kejayaan motor-motor trail era 70-an. Terlebih lagi, ketika motor ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah petualangan Ali Topan Anak Jalanan. Dengan segala keunggulan dan kenangan yang dihadirkan, DT100 tetap menjadi ikon tak terlupakan di hati para pecinta motor trail, saksi bisu dari sebuah era yang penuh warna dalam industri otomotif Indonesia.
OTOMOTIF Sepanjang sejarah otomotif Indonesia, telah muncul berbagai motor ikonik dari setiap generasinya, seperti Kawasaki Binter Merzy yang populer di tahun 80-an.Di era 70-an, Yamaha DT100 menjadi salah satu motor yang menjadi legenda dalam dunia otomotif Indonesia.Jauh sebelum Kawasaki KLX 150 dan CRF 150 merajai jalan-jalan di Indonesia, motor trail ikonis keluaran pabrikan yamaha ini telah menjadi favorit anak muda sejak pertengahan tahun 1970-an.Keberadaan Yamaha DT 100 semakin melambung ke popularitasnya di Indonesia setelah menjadi pilihan tunggangan Junaedi Salat dalam film Ali Topan Anak Jalanan (1977) dan juga digunakan dalam film Roda-Roda Gila (1978).Sebagai motor trail, Yamaha DT100 didukung oleh mesin berkapasitas 100cc yang mampu menghasilkan tenaga 10 bhp pada 7.500 rpm dan torsi 9,5 Nm pada 7.000 rpm.Tenaganya disalurkan lewat transmisi lima percepatan. Motor ini memiliki kecepatan maksimum mencapai 99 km/jam. Motor ini dilengkapi dengan tangki bensin berkapasitas 7 liter, sehingga memberikan kemampuan untuk berkendara dalam jarak yang lebih jauh tanpa khawatir kehabisan bensin ditengah jalan.Yamaha DT100 menggunakan ban ukuran 275 dengan pelek 21 inci di bagian depan dan ban ukuran 300 dengan pelek 18 inci di bagian belakang, memberikan stabilitas dan kenyamanan saat melaju di berbagai medan. Yamaha memproduksi DT100 mulai dari tahun 1974 hingga 1983. Selama periode sembilan tahun tersebut, Yamaha meluncurkan tujuh model DT100 yang berbeda.Meskipun sudah tidak diproduksi lagi, motor ini masih dapat ditemukan dalam bentuk bekas. Banyak yang menjualnya melalui situs jual beli, sehingga penggemar motor ikonik ini masih memiliki kesempatan untuk memilikinya.Hingga saat ini, harga pasaran Yamaha DT100 masih tetap tinggi. Meskipun harganya terbilang \'gelap\' karena menjadi salah satu motor ikonik yang susah dicari.Dibeberapa iklan online marketplace menawarkan Yamaha DT100 dengan harga sekitar Rp 20 juta. Mesin trail ikonik ini tetap diminati dan memiliki nilai yang tinggi di kalangan penggemar sepeda motor klasik.
👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND





0 Komentar